SUARAPANRITA|Sinjai- Puluhan mahasiswa dari beberapa kampus yakni IAIM Sinjai, STISIPM Sinjai dan STIPM Sinjai yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan melakukan aksi unjuk rasa di sepanjang Jalan Persatuan Raya Sinjai. Selasa, (14/11/2017).

Mereka menuntut kepada pemerintah daerah terkait pemakuan yang sampai hari ini belum ditertibkan oleh pihak terkait.

Satriani Chabe, dalam orasinya menegaskan bahwa pemakuan pohon bukan menutupi keindahan kota tapi juga akan merusak lingkungan.

“Pemerintah harus tegas untuk menegakkan aturan, sebagaimana UU No. 15 Tahun 2013 tentang PKPU, dan mengadili kandidat yang merusak lingkungan” tegasnya dalam orasinya.

Aksi terus berlanjut sampai di Kantor DPRD Sinjai sembari  menyampaikan orasinya Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan menuntut untuk dialog dengan Ketua DPRD.

Dalam dialog tersebut ditanggapi oleh Ketua DPRD, Abdul Haris Umar bahwa pihaknya sudah bersurat ke instansi terkait. Namun belum ada tindak lanjut.

“Terakhir Selasa (21/11) penertiban harus dilakukan. Dan pemerintah harus menyurat dan melakukan penertiban segera” tegasnya.

Ia melanjutkan, bahwa kalau ini tidak terlaksana, DPRD akan melaksanakan pengawasan politik Ketika kandidat-kandidat tidak mencabut.

Sementara Kepala Pol PP, Agung juga menegaskan terkait penertiban dalam jangaka waktu dekat ini.

“Hari Senin (20/11) kalau belum ada yang mencabut spanduknya, maka kami (Pol PP) akan bersihkan” kuncinya.

Dialog pun berakhir dengan penandatanganan pernyataan kesepakatan, berisi penertiban alat kampanye dalam waktu satu minggu ke depan.

Hadir Kasat pol PP (Agung), dari Dispenda, Kesbangpol (Andi Jefrianto) dan instansi terkait lainnya.

Takdir/Redaksi

Advertisements